Kamis, 20 Desember 2012

Rangkuman Bab I BK



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Pembangunan dan Perkembangan Masyarakat
Sejak awal kemerdekaanya bangsa dan pemerintah Indonesia bertekad untuk menyelenggarakan perjuangan pembangunan menuju bangsa yang cerdas, maju, adil, dan makmur, baik spiritual maupun materil.
Dibandingakan dengan proses pembangunan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa maju, pembangunan bangsa kita banyak mengalami kendala. Dunia memang terus berkembang, perkembanga nkhususnya di Eropa dan Amerika Serikat. Di tandai dengan pekembangan masyarakat dari zaman pertanian ,melalui zaman industrialisai , dan sebentar lagi memasuki zaman informasi.
Masyarakat dunia sedang memasuki zaman informasi. Bangsa-bangsa yang belum maju ada dorongan untuk mengejar ketertinggalan. Duniaseakan akan menjadi satu dan terciptanya era globalisasi. Globalisasi berasaldari katag lobal  yangberarti menyeluruh. Globalisasi dapat disimpulkan keadaan yang menyangkut segenap bagian dunia secara menyeluruh.
Tekhnologi yang semakin canggih memungkinkan dicapainya tempat-tempat yang tadinya jauh dan mustahil untuk ditempuh dalam waktu yang sangat singkat, demikianlah pula teknologi yang demikian itu dapat memungkinkan dikirimnya berita-berita dengan amat cepat, jelas dan lengkap. Kebutuhan manusia dipenuhi informasi dengan volume dan intensitas yang semakin meningkat. Globalisasi dan informasi ibarat dua sisi dari satu mata uang.
Salah satu dampak nyata era globalisasi dalam era globalisasi adalah apa yang dapat kita sebut dengan peningkatan kebutuhan dan keinginan-keinginan masyarakat, baik dalam jenis maupun dalam ke-adrengan-nya. Amat diharapkan warga masyarakat dapat
mempertahankan diri dalam menghadapi gelombang perubahan itu.
Diatassemuaitu, tuntutan-tantangan- perubahan yang  dibawakan oleh era globalisasi hendaknya tidak menggoyahkan optimalisasi pengembangan masyarakat; sebaliknya unsur-unsur yang terdapat di era globalisasiitu di manfaatka nuntuk lebih meningkatkan lagi pengembangan masyarakat beserta seluruh warganya.
B.     Manusia: Makhluk Paling Indah dan Berderajat Paling Tinggi
Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling indahdan paling tinggi derajatnya. Keindahan manusia berpangkal pada diri manusia itu sendiri. Dilihat dari fisiknya manusia dibandingkan hewan jelas indah manusia. Banyak perbedaan fisik yang mencolok. Manusia bisa berfikir sedangkan hewan tidak mempunyai akal dan fikiran.
Predikat “paling tinggi” mengisayaratkan bahwa tidakad amakhluk hidup yang dapat mengatasi dan mengalahkan manusia. Keberadaan manusia dengan paling indah dan derajat paling tinggi itu tidak selamanya membawa manusia menjalani kehidupannya dengan kesenangan dan kebahagiaan.
C.     Dimensi-Dimensi Kemanusiaan
 Pertama, antara orang satu dengan orang lain terdapat berbagai perbedaan yang kadang-kadang bahkan sangat besar. Kedua semua orang memerlukan orang lain. Ketiga, kehidupan manusia tidak bersifat acak ataupun sembarangan, tetapi mengikuti aturan-aturan tertuntu. Baik kelompok maupun perseorangan. Keempat, memiliku agama atau ilmu spiritual dan ahklak. MempunyaiTuhan.
Keempat gejala mendasar yang diuraikan tersebut merupakan dimensi kemanusiaan. Dimansi kesusilaan memberikan warna moral terhadap perkembangan dimensi pertamadan kedua. Apabila keempat dimensi dimisalkan sebagai sebuah titik, maka dengan ketiga dimensi yang pertama dapat dibangun sebuah bidang kehidupa nmanusia.
D.     Manusia Seutuhnya
Manusia seutuhnya itu adalah meraka yang mampumenciptakan dan memperoleh kesenangan dan kebahagiaan bagi dirinya sendiri dan bagi lingkungannya berkat pengembangan optimal segenap potensi yang ada pada dirinya (dimensi keindividualan), seiring dengan pengembangan suasana kebersamaan dengan lingkungan sosialnya (dimensi kesosialan), sesuaiaturan dan ketentuan yang berlaku (dimensi kesusilaan), dansegala susuatunya itu dikaitkan dengan pertanggung jawaban atas segenap aspek kehidupannya di dunia terhadap kehidupan di akhirat kelak kemudian hari (dimensi keagamaan).
E.     Perlunya Bimbingan dan Konseling
 Urain di atas tentang perubahan dan tantangan yang terjadi di masyarakat, hakikat manusia dan manusia seutuhnya memberikan gambaran mengenai tuntutan terhadap perikehidupan manusia danpotensi yang ada pada diri manusia.
Peranan bimbingan dan konseling pada dasarnya adalah membantu individu dan kelompok individu anggota masayaraka tuntuk:
a.       Mengurangi sampai seminial mungkin dampak sumber-sumber permasalahan.
b.      Mengtasi permasalahan yang dihadap ioleh individu dan kelompok individu.
c.       Memperkembangkan diri dan kelompok individu seoptima lmungkin.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar