Minggu, 04 November 2012

ANALISIS SWOT PGRI



ANALISIS TENTANG KEKUATAN,KELEMAHAN,PELUANG dan ANCAMAN PGRI
A. KEKUATAN PGRI
  1. Jumlah anggota PGRI cukup besar dan tersebar dipelosok tanah air dan pada umumnya memiliki pendidikan paling randah sederajat S1.
  2. Struktur PGRI yang sudah merata meliputi seluruh wilayah tanah air dari tingkat pusat hingga ke desa-desa.
  3. Semangat kekeluargaan,kebersamaan, dan kesetiakawanan organisasi para anggota,dan pengurusnya masih cukup baik.
  4. Memilih semangat juang dan integritas yang tinggi dan dilandasi jiwa semaangat dan nilai ’45.
  5. Dengan sejajar yang panjang dan pengalaman relatif banyak,PGRI memiliki banyk kesempatan untuk melaksanakan konsolidasi dan mengoptimalkan kinerjanya.
  6. Tempat bekarya dan mengabdi bagi anggota PGRI tersebar diseluruh pelosok tanah air bahkan hingga akhir daerah terpencil.
B. KELEMAHAN PGRI
  1. PGRI dianggap dan dirasakan sebagai organisasi guru SD,karena yang aktif memeng banyak dari guru SD dan kepemimpinannya atau pengurus banyak dari kalangan birokrat ataau para purnabakti dibidang pendidikan sehingga dirasakan lamban bias dan ambivalen (mendua).
  2. Karena kerjanya komunikasi antar pengurus dan anggota ,maka masih banyak anggota yang merasa kesejahteraan yang diapat anggota saat ini dianggap bukan dari hasil perjuangaan PGRI melainkan karena konsekuensi logis sebagai abdi negara.
  3. Hanya sedikit pengurus yang sungguh-sungguh mengelola organisasi secara profesional dengan kepedulian yng relatif tinggi. Para pengurus sebagian merupakan tenaga yang kurang sepenuhnya menjalan roda organisasi dan menganggapnya sebagai kegiatan sambilan serta sekedar mengisi waktu kosong.
  4. Disemua tingkatan kepengurusan ,terhadap kelemahan manajemen organisasi modem yang efektif.
  5. Konsep gagasan dalam pemikiran tentang pembangunan pendidikan pada umumnya jarang datang dari organisasi . kekurangan pemikir dan perencana ini merata dari tingkat pusat sampai daerah . lembaga yang menangani penelitian dan pengembangan yang sangat penting itu pada umumnya berjalan dengan baik. Secara individu ,anggota PGRI mungkin cermelang,akan tetapi menjadikan pola fikir tersebut menjadi bagian dari konsep pemikiran PGRI sangat jarang di lakukan.
  6. Kelemahan yang klasik dan utama adalah sarana,prasarana dan dana terlihat jelas belum ada sumber dana tetap yang dapat diandalkaan secara berkesinambungan untuk mendukung kegiatan dan pengembangan organisasi dan kelemahan ini lebih terasa jika dikaitkan dengan hubungan internasional yang semakin luas sebagai dampak oeganisasi.
C. PELUANG PGRI
  1. A mandemen Undang – Undang Dasar 1945 tentang pendidikan telah memberikan peluang yang amat baik bagi dunia pendidikan an merupakan dasar yang kuat bagi perjuangan PGRI.
  2. Program pendidikan untuk semua (Education For All) yang dilancarkan dunia dan program wajib belajar 9 tahun bagi Indonesia merupakan peluang bagi PGRI dapat beperan serta secara aktif dalam menagani anak jalanan ,putus sekolah,anak terlantar dan pendidikan luar sekolah.
  3. Dalam kondisi sosial yang rawan terhadap disentegrasi bangsa,peluang dan jati diri PGRI sebagai organisasi yang bersifat unitaristik ,yang tidak membedakan asal usul, suku,agama,aliran politik,status dan tingkat pendidikan menjadi sangat penting.
  4. Kondisi pergaulan dunia yang semakin erat daan saling mendukung ,memberikan peluang bagi PGRI untuk mencari dukungan luar agar “ Status guru” diterima dan dimasukan dalam peraturan perundang-undangan dan membuat komitmen-komitmen internasional.
  5. Masyarakat umum walau sudah tidak berminat lagi namun masih memberi rasa hormat terhadap profesi guru apalagi dengan sikap dan keputusan PGRI yang menyatukan diri sebagai organisasi ang uniteristik ,inependen,dan non partai politik.
  6. Telah disahkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan dosen serta peraturan pemerintah nomor 78 tahun 2005 tentang guru diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru.
D. ANCAMAN PGRI
  1. Dalam era reformasi saat ini kesadaran rakyat umumnya dan guru pada khususnya semakin meningkat sehingga PGRI akan semakin dituntut lebih berperan atau bahkan mungkin akan ada kesempatan masyarakat untuk melakukan gugatan dan hujatan atas beberapa pengurus yang kurang mampu dan tidak terpuji.
  2. Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang sangat sulit padaa masa kini dan masa mendatang kan,akan mengancam posisi ,kedudukan dan kebersamaan PGRI sebagai organisasi yang bersandar pada kesadaran dan kekuatan ekonomi anggota.
  3. Terbuka kesempatan dan kebebasan bagi para anggota untuk membentuk organisasi guru diluar PGRI dan akan terbuka pula kemungkinan terbentuknya organisasi guru baik yang merupakan bagian dari partai politik maupun tidak dengan membawa masing-masing.
  4. Sebagai dampak perkembangan IPTEK dan era globalisasi maka akan masuk tenaga dan budaya asig yang akan menyaingi dan mungkin mengancam eksistensi pendidikan nasional.
  5. Dengan meningkatkan upayaa kebebasan, keterbukaan dan kesadaran penegakkan hukum akan makin banyak pencari keadilan melalui upaya hukum terhadap para guru atau pimpinan dinas pendidikan yang dianggap melanggar hukum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar